ASA GURU MILINEAL BERAKAL DI ERA DIGITAL

admin

Oleh: Lili Apriana, S.Pd.

            Indonesia saat ini memasuki zaman milenial di mana generasi milenial sekarang identik dengan pola pikir inovatif, kreatif dan kolaboratif serta melek teknologi digital. Mereka dikenal sebagai generasi milenial yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi. Dalam dunia pendidikan kita kenal dengan istilah era pendidikan 4.0 atau era digital. Definisi umum era digital adalah suatu kondisi zaman di mana seluruh kegiatan yang mendukung kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi yang serba canggih. Era digital saat ini mengubah paradigma semua bidang kehidupan, terutama dunia pendidikan. Pendidikan di era digital memungkinkan peserta didik mendapatkan lebih banyak informasi dan pengetahuan secara lebih mudah. Seiring berkembang pesatnya teknologi digital di dunia pendidikan saat masa pandemi dimanfaatkan oleh guru dalam proses belajar mengajar sehingga menuntut peserta didik dan guru untuk belajar adaptif. Guru dan peserta didik bergandengan memanfaatkan platform dan ragam teknologi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar, baik itu sumber-sumber belajar berbasis teknologi yang sudah tersedia maupun mengembangkannya sendiri secara khusus. Oleh karena itu, guru sangat berperan strategis dalam proses pembelajaran di era digital saat ini dengan harapan peserta didik juga lebih adaptif dan selektif dalam memanfaatkan ragam teknologi pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran.

             Teknologi digital di dunia pendidikan yang berkembang pesat saat masa pandemi memberikan dampak besar bagi proses pembelajaran. Dampak positif yang pertama adalah teknologi menjadi sumber informasi yang tak terbatas di mana terdapat berbagai macam sumber informasi terkait proses pembelajaran yang tersedia lengkap, seperti perangkat, media dan metode pembelajaran. Selain itu, mudahnya mengakses internet memudahkan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan yang luas, beragam, cepat dan mudah. Dampak positif lainnya adalah proses pembelajaran tidak harus dilaksanakan secara tatap muka, pembelajaran dapat dilakukan secara daring menggunakan aplikasi seperti Google Meet, Classroom, dan Zoom. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi di kelas juga dapat menarik perhatian dan meningkatkan minat serta motivasi belajar peserta didik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini tentu saja didukung oleh kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang termasuk generasi milenial sehingga mereka sudah tidak asing lagi dengan teknologi digital. Namun, pengaruh kemajuan teknologi digital ini selain memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan juga berpengaruh buruk khususnya bagi peserta didik yang tidak siap beradaptasi dan kurang selektif dalam memanfaatkannya. Peserta didik belum bisa memanage waktu saat memanfaatkan teknologi digital, banyaknya aplikasi game-game online yang jauh lebih menarik bagi mereka sehingga minat untuk mempelajari ragam teknologi pendidikan yang tersedia kurang. Peserta didik menjadi kurang bersosialisasi dengan masyarakat dikarenakan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Dampak negatif lainnya adalah adanya kejahatan di dunia maya yang tidak bisa dikontrol, seperti perjudian, pornografi, penipuan, plagiat, tayangan kekerasan dan lain sebagainya. Selain itu, penyebaran virus komputer, hacker, dan pelanggaran hak cipta juga dapat merugikan kita selaku pengguna teknologi digital. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai karakter, moral dan agama perlu ditingkatkan untuk mengatasi dampak buruk yang ditimbulkan dari era digital.

            Perkembangan era digital saat ini tidak bisa lepas dari dunia pendidikan. Hal ini sangat dirasakan oleh guru saat menghadapi masa pandemi di mana guru dituntut untuk bisa mengaplikasikan Android maupun laptop sebagai media untuk membuat bahan ajar yang menarik, inovatif dan menyenangkan bagi peserta didik. Pembelajaran jarak jauh menjadi tolok ukur mengapa guru harus melek teknologi. Salah satu media komunikasi utama saat pembelajaran jarak jauh yang selalu digunakan adalah internet melalui smartphone. Media audiovisual seperti ini perlu dikembangkan oleh seorang guru seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi agar dapat bersaing dan meningkatkan potensi akademik yang memang seharusnya dikuasai seorang guru. Kemajuan teknologi sudah menjamur di setiap program kegiatan sekolah, seperti kegiatan penilaian semester, ujian sekolah, penilaian peserta didik  yang harus dilakukan secara daring melalui aplikasi-aplikasi yang terkoneksi dengan internet. Tak lepas dari itu, aplikasi pengisian raport saat ini juga berbasis teknologi sehingga sangat penting bagi guru untuk melek teknologi. Oleh karena itu, saya beranggapan bahwa guru di seluruh jenjang sekolah wajib menguasai teknologi agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai perkembangan zaman, sehingga guru harus bisa menerapkan metode-metode pembelajaran yang menarik dengan mengimplementasikan unsur Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK). Pentingnya melek teknologi di abad 21 bagi dunia pendidikan ini berfungsi untuk menambah informasi, meningkatkan kemampuan belajar, membuat bahan ajar yang lebih menarik sehingga minat belajar peserta didik semakin meningkat demi tercapainya tujuan pembelajaran.

            Meskipun teknologi telah menjadi salah satu pusat pembelajaran, peran penting seorang guru juga tidak tergantikan. Setiap kemajuan zaman memiliki sisi positif dan negatif. Teknologi dapat memberi berbagai macam pengetahuan teori, namun peran mengajar, mendidik, dan membina peserta didik tetap bertumpu pada guru. Guru memiliki peran penting untuk membentuk karakter, memberi pengetahuan, dan menjadi motivator bagi peserta didik. Sehingga diharapkan kemajuan teknologi bisa berjalan beriringan dengan peran guru dalam dunia pendidikan. Pada era sekarang, guru harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mendesain pembelajaran yang kreatif di mana peserta didik dituntut untuk aktif dan berpikir kritis. Sebagai seorang guru di era digital, kita harus banyak membaca agar selalu update informasi. Kita juga harus banyak berlatih dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum memberikan pelajaran. Mengajarkan konsep abstrak kepada peserta didik akan mendorong mereka memiliki pemahaman teori secara mendalam, sekaligus bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru selanjutnya di era digital ini adalah bagaimana seorang guru bisa memberikan pelajaran kepada peserta didik untuk bisa belajar secara aktif. Artinya, mereka tidak hanya paham teori tetapi juga menguasai prakteknya. Peserta didik bisa menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membantu masyarakat di lingkungannya. Hidup di era digital ini harus mulitalenta. Peserta didik akan kalah bersaing ketika hanya mengandalkan kecerdasan intelektual saja tanpa menguasai kecerdasan spriritual dan kecerdasan emosional serta aspek penting lainnya. Di sinilah peran penting guru dalam pendidikan, yakni tidak hanya menjadikan peserta didik pintar namun juga punya kreativitas tinggi. Dua komponen (pintar dan kreatif) inilah yang peserta didik butuhkan di era digital. Selain itu, penguasaan bahasa dan budaya juga penting bagi seorang guru di mana bahasa dan budaya merupakan kunci untuk membuka jendela informasi dunia. Oleh karena itu, tugas dan tanggung jawab guru di era digital ini kian kompleks. Guru memiliki peran yang lebih besar sekadar memberikan ilmu kepada peserta didik. Lebih dari itu, seorang guru harus mampu menjadi agen perubahan (agent of change) bagi peserta didiknya. Guru harus mampu mengubah perilaku peserta didik menjadi pribadi yang terpuji dan berbudi luhur. Guru juga harus mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan dengan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan rekreatif bersama peserta didik sehingga proses pembelajaran terpusat kepada peserta didik.  Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh baik secara daring maupun luring yang dilaksanakan selama pandemi memberikan pengaruh sangat positif bagi guru. Selama kegiatan Belajar dari Rumah, guru berpikir dan mencari ide alternatif cara terbaik bagaimana strategi atau metode pembelajaran yang interaktif dan integratif guna mencapai tujuan pembelajaran sehingga pemanfaatan teknologi digital menjadi satu-satunya media utama untuk mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mengupgrade kompetensinya dengan mengikuti berbagai pelatihan, diklat, webinar atau workshop secara online untuk beradaptasi menghadapi pesatnya era digital saat ini. Melalui kegiatan pengembangan diri tersebut, guru juga dapat secara kolaboratif sharing ilmu dan ide bersama guru-guru di seluruh Indonesia. Selain itu, guru di mana sebagai pembelajar sepanjang hayat juga harus aktif mengupdate pengetahuan baru lalubelajar mandiri mencari sumber-sumber informasi mengenai platform dan ragam teknologi pendidikan yang cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Kurikulum Merdeka di setiap satuan pendidikan yang nantinya akan diaplikasikan juga menuntut kreativitas berpikir guru untuk mengembangkan kompetensi yang diperoleh di mana guru harus bijak memilih platform dan ragam teknologi pendidikan. Saat ini, platform Merdeka Mengajar merupakan salah satu alat pembelajaran untuk membantu para guru mengajar sesuai dengan kemampuan peserta didik, menyediakan latihan untuk meningkatkan kompetensi, serta berkarya dan menginspirasi rekan sejawat dengan harapan nanti dapat diimplementasikan saat pembelajaran masa adaptif baru di setiap jenjang sekolah.

            Saya sebagai seorang guru kelas 1 pada SDN 94 Singkawang atau lebih dikenal dengan nama Sekolah Alam Harmoni Hijau selama masa pandemi menerapkan strategi pembelajaran yang bervariatif dikarenakan saya berusaha mencoba terlebih dahulu beberapa metode yang efektif dan efisien untuk diaplikasikan dalam pembelajaran khususnya pada peserta didik kelas 1. Langkah awal yang saya lakukan adalah mencoba membuat media audiovisual berupa video pembelajaran tentang materi mengenal huruf vokal melalui aplikasi White Board Animation lalu saya upload videonya pada channel YouTube pribadi saya. Aplikasi ini saya peroleh ketika saya mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) bersama rekan-rekan guru tingkat Kecamatan. Selama pandemi, untuk memudahkan komunikasi antara guru dan orang tua saya membuat grup Paguyuban Kelas melalui Whatsapp di mana orientasi awal saat kegiatan peserta didik baru sebagian besar orang tua memiliki handphone Android. Tugas belajar dari rumah saya informasikan melalui grup Whatsapp beserta bahan ajar berupa link YouTube tentang video pembelajaran. Setelah saya lakukan, Alhamdulillah peserta didik sangat antusias di mana terlihat pada bertambahnya jumlah subscriber. Oleh karena itu, saya termotivasi membuat video-video pembelajaran lainnya lalu diupload ke YouTube. Langkah selanjutnya, saya juga mencoba melakukan pembelajaran interaktif secara daring melalui aplikasi Zoom, Google Meet, dan Video Call melalui WhatsApp. Tujuan pembelajaran ini saya lakukan untuk berinteraksi dengan peserta didik dan menyampaikan bahan ajar serta menanyakan kondisi dan hambatan peserta didik selama belajar di rumah. Pada awal tahun ajaran baru, saya mengalami kesulitan dalam memberikan pendampingan belajar kepada peserta didik, khususnya peserta didik yang belum hafal huruf dan angka. Sehingga saya melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka melalui kunjungan belajar berkelompok di mana saya meminta bantuan salah satu orang tua peserta didik yang bersedia menyiapkan ruangan di rumahnya sebagai tempat belajar peserta didik. Kunjungan belajar dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan dalam seminggu. Alhamdulillah, proses pembelajaran selain melalui penugasan juga tatap muka terbatas berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatan pelaksanaan evaluasi selama pandemi, saya lakukan dengan memanfaatkan platform  Quizizz, Kahoot dan Google Forms. Saya juga pernah membuat aplikasi media pembelajaran berbasis Android di mana aplikasi tersebut saya share di grup untuk diunduh oleh peserta didik sebagai bahan pembelajaran di rumah. Saya mencari berbagai sumber belajar melalui platform Rumah Belajar, Guru Belajar, dan Zenius. Saat pengajaran di kelas, saya menyampaikan bahan ajar juga menggunakan media audiovisual yaitu melalui tayangan slide PowerPoint. Saya mencari referensi berbagai sumber belajar dengan tema animasi untuk menarik minat dan motivasi belajar peserta didik. Alhamdulillah, peserta didik terlihat aktif dan interaktif selama proses pembelajaran berlangsung.

            Saat ini, proses pembelajaran tidak hanya berkutat di dalam kelas, tetapi juga menggunakan media digital. Namun, pendidikan juga harus waspada agar mampu membendung dampak negatif dari pesatnya teknologi. Munculnya media komunikasi tanpa batas akan membawa peserta didik pada dunia yang lebih bebas dan liar di mana mereka mengidolakan artis Korea, Hollywood dan lain-lain dengan menirukan gaya tokoh idolanya. Ini semua akan menjadi tantangan terbesar bagi para guru. Canggihnya teknologi akan menyebabkan komunikasi antarpeserta didik dapat terjalin dengan rahasia. Kegiatan pembelajaran selama masa pandemi melalui Belajar dari Rumah (BDR) membuktikan bahwa teknologi memiliki peran utama dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan gadget sudah menjadi sarapan setiap harinya bagi peserta didik. Pengalaman saya selama memberikan pengajaran saat masa pandemi cukup merepotkan bagi saya di mana sebagian besar peserta didik tidak memiliki gadget sendiri melainkan milik orang tua. Sisi positifnya, pengawasan dari orang tua terhadap pemanfaatan gadget bisa maksimal. Sisi negatifnya, tugas belajar tidak dikumpulkan tepat pada waktunya, peserta didik menjadi kurang disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, sulit mengatur jadwal untuk pelaksanaan pembelajaran secara daring, serta sulit memberikan pendampingan secara intensif kepada peserta didik yang belum lancar calistung. Beberapa kendala tersebut merupakan tantangan bagi saya untuk mencari alternatif metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Berbeda halnya ketika saya melakukan pengajaran di kelas, tantangan yang saya hadapi adalah jaringan internet, sarana peserta didik kurang memadai, membuat suasana kelas yang kondusif, dan harus berinovasi dalam mengajar. Oleh karena itu, agar dapat memberikan pembelajaran yang maksimal kepada peserta didik. Guru harus mampu mengajarkan konsep abstrak dengan cara sederhana, mengajar agar peserta didik bisa melakukan pembelajaran aktif, peserta didik diharapkan bukan sekadar pintar tapi juga kreatif serta dituntut untuk kaya akan budaya dan bahasa.

            Setiap guru harus mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman dengan terus meningkatkan kompetensi. Tepatnya, di era yang serba digital ini, setiap guru harus mampu beradaptasi dengan cara mengubah metode pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan peserta didik. Penerapan beberapa platform teknologi digital yang pernah saya lakukan di kelas, Alhamdulillah memberikan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik di mana pada awalnya saya merasa pesimis akan berhasil. Selama masa pandemi, dengan keterbatasan sentuhan dan bimbingan secara langsung saya selaku guru dalam memberikan pendampingan belajar kepada peserta didik akhirnya dapat menghasilkan tingkat ketercapaian calistung peserta didik kelas 1 di mana dari 42 orang jumlah peserta didik hanya ada 5 orang peserta didik yang belum lancar calistung. Keberhasilan ini tidak luput dari peran serta orang tua dalam membimbing belajar peserta didik selama di rumah. Alhamdulillah berkat komunikasi yang terjalin baik dan kerja sama antara guru beserta orang tua dapat mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik juga merasa sangat antusias dalam menerima pelajaran baik secara luring maupun daring. Mereka sangat senang dan merasa puas walaupun belajarnya dari rumah. Mereka tidak bosan dengan materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru, justru rasa ingin tahu mereka semakin meningkat. Mereka merasa seru saat guru melakukan penilaian melalui aplikasi Quizizz¸Kahoot dan teka teki. Saat pembelajaran di kelas pun, mereka sangat tertarik dengan permainan tebak-tebakan yang diberikan oleh guru pada kegiatan penutup pembelajaran. Selama proses pembelajaran, mereka terlihat aktif dan penuh semangat melakukan kegiatan ice breaking atau tepuk motivasi yang dilakukan oleh guru di sela-sela kegiatan inti pembelajaran. Tak lupa pula, penanaman nilai-nilai karakter, moral dan agama juga selalu dilakukan di sekolah melalui pembiasaan literasi Asmaul Husna sebelum belajar, membaca yasin bersama setiap hari Jum’at serta kegiatan peduli lingkungan dan beberapa kegiatan rutin lainnya yang dilakukan bersama-sama. Oleh karena itu, kita sebagai seorang guru harus selalu optimis, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam memberikan pengajaran kepada peserta didik di era digital ini. Kita juga harus selalu update informasi dan mengupgrade kompetensi sebagai agen perubahan untuk menghadapi tantangan era digital demi menciptakan generasi-generasi milenial yang cerdas, berkarakter, aktif, kreatif, memiliki sifat terpuji dan berbudi luhur. Guru harus mampu mendesain strategi dan metode pembelajaran yang menarik, inovatif dan menyenangkan serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Hal ini sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara di mana dijelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat, bakat, potensi yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Filosofi ini juga sinkron dengan konsep kurikulum “Merdeka Belajar” yang akan diimplementasikan di setiap jenjang sekolah. Semoga peserta didik kita menjadi generasi milineal yang cerdas, berkarakter, adaptif dan selektif dalam memanfaatkan teknologi digital, kreatif, memiliki sifat terpuji dan berbudi luhur. Semoga kita selaku guru milenial juga selalu semangat, terus belajar dan belajar, melek teknologi, serta adaptif dan tangguh terhadap segala perubahan baru seiring pesatnya kecanggihan teknologi di era digital saat ini, agar peran kita tidak tergantikan oleh teknologi digital demi kemajuan pendidikan di Indonesia pada umumnya dan Sekolah Alam Harmoni Hijau pada khususnya. Aamiin Allahuma Aamiin.

Loading

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.