SAGUSARIF (Satu Guru Satu Kearifan Lokal) & SAKASARIF (Satu Sekolah Satu Kearifan Lokal) adalah salah satu semangat yang ingin mengembangkan pembelajaran/budaya sekolah berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Kearifan lokal harus senantiasa dijaga, ditengah derasnya arus globalisasi yang biasanya ditandai dengan perkembangan teknologi dan informasi. Sebab kearifan lokal dianggap mampu untuk meningkatkan dan mempertahankan karakter bangsa. Salah satu cara pelestarian kearifan lokal bisa melalui pendidikan yaitu pembelajaran atau budaya sekolah yang berbasis kearifan lokal.






Salah satu contoh pembelajaran berbasis kearifan lokal adalah penggunaan Bungnge’ Tallo’ dalam mengajarkan materi bilangan kubik.
Media pembelajaran yang dirancang untuk materi bilangan kubik adalah Bungnge’ Tallo’ APATI (Bunga Telur Akar Pangkat Tiga). Media pembelajaran ini digunakan untuk menyampaikan konsep matematika pada materi mencari hasil dari suatu bilangan kubik, yang dipadukan dengan budaya lokal Melayu Sambas Propinsi Kalimantan Barat (salah satu perlengkapan dalam upacara adat perkawinan). Penggunaan media ini dirancang dalam bentuk permainan mencari pasangan, yaitu pasangan pohon soal dengan pot jawaban. Model pembelajaran yang sesuai adalah make a match.



Berikut berbagai macam kearifan lokal yang bisa diintegrasikan dalam pendidikan:
1. Bungnge Tallo (Pembelajaran Matematika)
2. Tanjak NHT
Penggunaan Tanjak dalam model pembelajaran Number Head Together (NHT)

3. Pancasila 5 Dasar
Permainan membuat pertanyaan yang jawabannya dimulai dari huruf yang keberapa dari jumlah jari yang dihitung.
4. Bubor Paddas Bergizi
Mengidentifikasi zat bergizi yang terkandung dalam makanan bubur paddas
5. Congklak Pecahan

6. Katapel Pegas
Katapel sebagai contoh dari jenis gaya dan pengaruh gaya terhadap benda.
7. Pletokan Gaya (Bambu)
Pletokan sebagai contoh dari jenis gaya dan pengaruh gaya terhadap benda.

8. Gatrik Pengukuran (Lempar kayu)
Konversi satuan panjang dari cm ke meter. Misalnya kayu berukuran 10cm, setelah dilempar maka siswa menghitung berapa jaraknya dalam satuan meter.
9. Engklekan Bangun Datar
Menyebutkan sifat-sifat bangun datar dan rumus luas bangun datar

10. Boneka Harmoni
Penggunaan boneka berbusana melayu, dayak, tionghoa.

11. Saprahan


12. Pantun Melayu
13. Selendang Penghargaan
14. Pecahan Kue Keranjang

15. Lampion Bangun Ruang
16. Dongeng Wayang Potehi
17. Gasing (Gaya dan Rotasi)

![]()





